Sabtu, 18 Desember 2010

paper AAI

Pendidikan Seumur Hidup
Long Life Education
Pendahuluan
Pendidikan seumur hidup pada konsep bahwa seluruh individu ahrus memiliki kesempatan sistematik, terorganisir untuk “instruktion”, studi, dan “learning” disetiap kesempatan sepanjang hidup mereka.
Ide dan konsep pendidikan sepanjang hayat (PSH) bukanlah sesuatu yang baru. Karna pada zaman nabi Muhammad SAW 14 abad yang lampau, ide dan konsep tersebut telah disiarkan dalam bentuk himbauan : “Tuntutlah ilmu mulai sejak dibuaian hingga keliang lahat.”
Pendidikan seumur hidup juga berfungsi sebagai peningkatan pengetahuan masyarakat yang pada umumnya semakin berkembangan dan mengalami kemajuan. Dikatakan pula oleh Silva, 1973 “Pendidikan seumurhidup berkenaan dengan prinsip pengorganisasian yang akhirnya memungkinkan pendidikan untuk melakukan fungsinya.” Fungsinya adalah “Proses perubahan yang menuntut perkembangan individu”.

Pembahasan
A. Macam – Macam Pendidikan Seumur Hidup
Sesuai dengan yang tercantum dalam GBHN “bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga.”


Sedangkan menurut Philip H. Combs pendidikan seumur hidup meliputi :
1. Pendidikan informal, yaitu pendidikan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari;
2. Pendidikan formal, yaitu pendidikan yang berlangsung secara teratur;
3. Pendidikan nonformal, yaitu merupakan pendidikan yang berlangsung secara teratur, disengaja, tetapi tidak mengikuti peraturan dan persyaratan yang ketat.

Menurut Prof. Darji Darmodiharjo, SH, secara garis besar tahapan pendidikan yang diterima manusia selama hidupnya sebagai berikut :
1. Pendidikan dalam Keluarga
Tahap ini mulai sejak manusia berada dalam kandungan sampai masuk sekolah. Orang tua sangat berperan dalam pengaruh fondamen yang datang kemudian.
2. Pendidikan di Sekolah
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pendidikan dalam keluarga. Pendidik dalam tahap ini ada dua yaitu orang tua ketika anak dirumah dan guru ketika anak di sekolah. Kedua pendidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadiannya.
3. Pendidikan di Masyarakat
Pendidikan di masyarakat diperlukan karena pendidikan di sekolah sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi tuntutan-tuntutan perkembangan manusia akan pendidikan.
Ada dua kelompok manusia :
a. Mereka yang telah tamat dari sekolah kerenanya memerlukan pendidikan lain;
b. Mereka yang kerena keterbatasan daya tampung sekolah tidak terpenuhi tuntutannya akan pendidikan di sekolah.
Kelompok kedua ini dapat dikatakan mengalami pendidikan dari pendidikan keluarga langsung masuk dalam masyarakat. Samapai pada berbagai bentuk pematangan profesi dan tangung jawab kemasyarakat sebagai warga negara.
Dari ketiga wadah pendidikan di atas harus dapat disatukan dan didekatkan secara harmonis serta berkesinambungan.

B. Prinsip Dasar Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan seumur hidu dilaksanakan atas dasar prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Peranan subyek manusia untuk mendidik dan mengembangkan diri secara wajar merupakan kewajiban kodrati manusia;
2. Lembaga penanggungjawab adalah tri pusat pendidikan;
3. Proses dan waktu pendidikan berlangsung seumur hidup sejak dalam kandungan sampai akhir hayat;
4. Belajar tidak ada batas waktu;
5. Belajar atau mendidik diri adalah proses ilmiah sebagai integral atau merupakan totalitas kehidupan.

C. Tujuan Pendidikan Seumur Hidup
a. Secara filosofis, hakekat kodrat martabat manusia itu merupakan kesatuan integral potensi-potensi essensialnya sebagai makhluk sosial, pribadi, dan makhluk susila.
b. Secara psikofisik, manusia merupakan kesatuan dan berada dalam suatu lingkungan, baik alamiah maupun sosial budaya.

Penutup

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan seumur hidup sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Entah sadar atau tidak manusia akan terus mengalami suatu pendidikan sepanjang hayat sesuai dengan pembahasan yang telah diulas sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar